2 Langkah Tepat Memulai Usaha Properti Anda

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar soal bisnis properti? Pastinya satu hal yang ada di pikiran Anda, yaitu modal besar. Selain itu, banyak orang yang beranggapan bahwa bisnis properti adalah bisnis yang penuh dengan urusan lehgalitas yang rumit, dan alur kerja yang sulit. Namun dengan sistem marketing yang baik, hasilnya akan sangat fantastis. Nah, jika Anda tertarik untuk memulai bisnis properti, berikut ini ada beberapa tips untuk memulai bisnis ini.

1. Buat rencana dan langkah kecil lalu mulai kerjakan

Untuk memulai sebuah bisnis, Anda harus membutuhkan niat, rencana, dan aksi kerja nyata. Namun terkadang banyak orang yang terjebak dengan pola pemikiran yang besar yang harus diiringi dengan usaha yang besar juga. Anda jangan menganggap rumit terlebih dahulu soal bisnis properti ini. Ternyata bisnis properti bisa dimulai dengan hal dan langkah yang kecil dan sederhana. Misalnya, Anda memulainya dengan menjadi broker terlebih dahulu. Meski sebagai broker keuntungan yang And dapatkan tak seberapa, namun dengan menjadi broker Anda akan belajar bagaimana menjadi developer. Jika Anda terus menekuni profesi Anda sebagai broker, suatu saat nanti Anda bisa memiliki peluang untuk menjadi seorang developer besar yang menangani jual beli banyak rumah.

2. Tak harus bermodalkan besar.

Soal modal awal, sebenarnya tak harus besar atau bahkan sampai bermiliar-miliar rupiah untuk memulai bisnis properti. Untuk menekan jumlah modal yang akan dikeluarkan, Anda bisa memanfaatkan tanah kavling milik Anda. Anda bisa mempromosikan tanah kavling Anda untuk siap dibangun. Jadi, Anda tak perlu membeli tanah kavling. Atau agar modal yang dikeluarkan jauh lebih ringan, Anda bisa bekerjasama dengan kerabat, keluarga, atau teman kantor Anda untuk bersama-sama membangun bisnis properti. Kemudian jika Anda sudah memiliki tanah kavling yang sudah siap bangun, kini Anda perlu mempromosikannya. Anda bisa menggunakan media massa atau media internet untuk mempromosikannya.

Bagaimana, cukup mudah dan sederhana, bukan?Dengan modal kecil seperti ini, resiko dan tanggung jawab Anda juga tidak terlalu besar. Modal kecil akan membuahkan tingkat resiko yang kecil pula. Anda kini boleh memilih modal besar atau modal kecil. Jangan berpikir bahwa bisnis properti sulit dan rumit untuk dijalankan karena akan berpengaruh pada kinerja Anda nantinya.